Rabu, 24 September 2014

masa lalu di malam hari

    Masa lalu biarlah masa lalu. Kenapa harus seperti itu ?? Padahal masa lalu itu gak mungkin ada yang pahit pahit amat. Seperti contohnya adalah ketika gue dulu jalan ama mantan dan gue sempet minkmati malam. apakah itu harus dilupain ??? "gak" jawab gue. Karena waktu malam itu semua tubuh menjadi kedinginan detak jantung yang menggebu-gebu seperti lo naik ke atas panggung ngomong di depan orang banyak. dan gw muali memikirkan dua kali dan akhirnya gw mutusin buat pinjem duit ketemen gw buat bayar makan direstoran. Walaupun gw harus menutupi kegelisahan dengan senyuman dan akhirnya gw permisi ke belakang, nelpon temen gw trus akhirnya temen gw datang dengan sejumlah duit yang gw mau pinjem. Setelah duit ada,gw muali mengehela napas dan pada akhirnya cewek gw gak ada di meja dan pas gw nyari-nyari taunya ada di sebelah,lagi jalan sama cowok.
   setelah pembayaran semua selesai gw pulang sendirian menuju tempat parkir. Gw muali kebingungan nyari kunci mobil gw yang entah keberadaannya. Gw lari ke tempat tadi nyari kunci di meja, kolong meja, toilet dan akhirnya gw sadar bahwa yang megang kunci ternyata cewek gw. Pada akhirnya gw pulang dengan jalan kaki, sempet nendang kaleng tapi kalengnya gak ada dan terpaksa gw nendang batu dan itu pun gw harus milih mana batu yang lunak dan yang padat. Pada kahirnya gw lupa kalo batu itu gak ada yang lunak dan gw pun memilih langsung menendang batu ala david beckham dan ehhh batunya kebesaran tuh . .. Gw pun memilih menendang batu yang lebih Kecil pada posisi setengan menendang. Batu itu pun mulai terlempar begitu cepatnya dan pada akhirnya batu itu mengenai tiang listrik di samping jalan. Dan gue pun sempet menepuk dada gue "huft untung gak kena mobil orang". Setelah itu batunya mengalami pemantulan menuju kaca mobil yang sedang parkir di depannya. casss pecahan kaca seribu mobil itu membuat gue sedikit khawatir . .. Karena gue kenal banget dengan mobil itu. yaaa . .. Mobil berwarna putih dengan strip biru dengan lampu sirene yang berwarna biru dan tak luput dari tulisan "Polisi" membuat si pemilik mobil keluar dari mobilnya. Dengan seragam abu-abu, celana coklat pekat dengan topi khas polisi di kepalanya membuat gue berdiri kaku seperti orang yang habis melakukan ketahuan menjual narkoba dengan barang bukti. "kamu ikut saya ke kantor polisi" kata polisi sambil meborgrol tangan gue. Di kantor polisi akhirnya gue bebas karena disana gue berlaga kaya orang gila. Walaupun dengan setruman introgasi membuat gue sedikit seperti orang yang mengigil habis kecing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar