Selasa, 09 Desember 2014

Kualitas vs kuantitas

Kualitas apa kuantitas ?
Terkadang untuk memenuhi hasrat keinginin sesuatu, kita biasanya melupakan kualitas dan kuantitas. Ini sangatlah penting untuk menunjang kedepannya.
    Gue punya beberapa pengalaman yang terkait mengenai judul tersebut. Awalnya gue hanya memikirkan hasrat untuk memilikinya. Yang penting batin terpenuhi. Waktu pertama kalinya membeli smartphone.
    Pandangan gue terhadap smartphone itu sama aja. Tidak ada yang berbeda. Hanya brandnya saja. Waktu itu, gue beli smartphone keluaran samsung (os android). Jujur gue sangat terpukau dengan kecanggihan yang ditawarkannya. Setelah beberapa bulan kemudian muncul lah beberapa brand smartphone yang menggunakan os android yang sama. Kecanggihan yang ditawarkan pun sama. Akhirnya gue mikir-mikir lagi, kenapa harganya bisa beda ? Kecanggihan yang ditawarkan pun sama. Waktu itu keluaran smartphone smartfren.
    Karena saking penasarannya, akhirnya gue memutuskan buat membelinya. Harganya yang bersahabat, bisalah menggunakan tabungan sebulan. Akhirnya smartphone ini udah di tangan. Awalnya dalam benak gue "ahh, mending beli ini dari pada yang mahal-mahal. Toh dalemannya sama aja."
    Sebulan pemakaian umur kedua smartphone gue ini gak jauh beda. Memasuki bulan ke tiga, gejala smartphone smartfren ini menunjukan kemanjaanya. Colokan usbnya rusak. Colokan ini berguna juga untuk men-charger. Artinya smartphone gue ini harus ke konter terdekat. Karena enggak mau untuk kedua kalinya ke konter lagi, akhirnya gue mutusin buat ganti colokannya. Enggak butuh waktu lama, sekitar 3 jam udah kelar.
    Dua minggu berlalu, lagi-lagi si smartfren ini ngadat lagi. Lagi-lagi pada colokan usbnya. Dan gue udah bilang enggak mau lagi ke konter, akhirnya jalan alternatif yang gue ambil adalah menggunakan charger kodok. Salah satu cara yang menurut gue praktis. Walau cara menggunakannya cukup bikin repot.
    Udah lama enggak mendengar kabar si samsung, akhirnya gue ambil alih dari adik gue. Dia keberatan karena dia enggak rela harus berpisah dengan game "coc" nya yang sudah lama ia bangun. Setelah gue cek dan tanya, ternyata belum sama sekali pernah ada pembawaaan ke konter. Ini menunjukan kualitasnya.

     Semoga para pembaca memahami dan mengerti apa yang harus di beli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar