Kamis, 26 Februari 2015

DI BALIK SOCIAL MEDIA

    apa yang gue lihat dikebanyakan media sosial ternyata penggunanya menunjukan sifat-sifat yang menurut gue itu enggak ada dalam dirinya. contohnya adalah ketika perihal yang menjadi banyak perbincangan akibat suatu kelalaian individu maupun kelompoknya, orang-orang akan memberikan opini-opininya.
    memang tidak salah jika kita akan memberikan sebuah opini terhadap yang bermasalah. tetapi kita juga harus berpikir apakah ini akan merubah atau tidak sama sekali. kebanyakan orang yang akan memberika opininya, menurut gue mereka lebih menjatuhkan dari pada membangun. contohnya adalah kasus salah satu penerbangan yang terjadi di negara kita.
    keterlambatan suatu penerbangan yang terjadi kemarin, menuai banyak kontropersi. akibatnya banyak hujtan-hujatan yang diterima perusahaan penerbangan tersebut. ya, itu adalah resiko yang harus diterima dari suatu kesalahaan. akibatnya banyak para penumpang yang merasa dirugikan. padahal pemerintah sudah menjelaskan, jika suatu penerbangan terganggu keberangkatannya harus mengikuti apa yang sudah dicantumkan oleh pemerintah. tetapi perusahaan tersebut tidak terlalu menanggapinya dengan serius. akibatnya banyak sekali para penumpang yang merasa kurang mendapat haknya.
    semenjak kejadian tersebut, banyak para pengguna media sosial memanfaatkannya dengan ikut mengeluarkan aspirasi mereka dengan cara pendapat tulisan mereka masing-masing. lalu, siapa yang lebih unggul dalam hal tersebut ? tentulah para orang-orang yang terkenal. sayangnya banyak orang-orang yang terkenal mengelurakan pendapat mereka dan bodohnya lagi para pengikutnya juga masuk ke dalamnya. ya, kalo itu sifatnya membangun sih engga apa-apa. tetpai jika sifatnya malah menjerumuskan pada perusakan nama baik, sama saja itu namanya mengajak untuk menjadi "BODOH" 
    kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, bukan ? kita boleh saja mengeluarkan opini kita karena itu hak kita bersosial media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar