Jumat, 24 Oktober 2014

aku, game, dan koin.

    ketidak pahaman dengan nama membuat sedikit kesel. contohnya gue sendiri.
    semenjak masuk SMP, hal yang harus kita lakukan pertama kali adalah perkenalan. ketika itu semua murid masuk kelasnya masing-masing. kelas sudah di tentukan oleh pihak sekolah. beda dengan gue sendiri yang kala itu gak tau keberadaan kelas sendiri.
     semua perasaan bercampur aduk ketika salah masuk ruangan kelas. pengen rasanya balik lagi ke awal dimana pas saat pengumuman gue hadir. gue gak hadir karena salah informasi. ketika itu, temen gue yang kelas tiga SMP, tidak masuk sekolah untuk satu minggu, karena minggu ini sekolah hanya dibuka untuk murid baru (mos). 
    sedang asik-asik berbincang di rumah kala itu dengan temen-temen,tiba-tiba salah satu temen gue mengganti topik pembicaraan kita. "yes, besok sekolah libur" kata temen gue. "serius, serius, serius ?" sahut kami penasaran. "kalo gitu besok kita lancong yuk ?" salah satu temen gue memberika usul. "oke" jawab kami kompak. 
    keesokan harinya kami berkumpul dan memutuskan untuk menentukan tempat yang akan kita tuju. setelah beberap menit berfikir akhirnya kami sepakat bahwa tempat lancong kami adalah mall. 
    sesampainya di mall, kami langsung menuju time zone, tempat bermain gam koin. terlebih dahulu kami membeli koin masing-masing. waktu itu kami bertiga memilih bermain pukul hama semacam tikus. entah apa namanya. ketika bermain kami, mengumpulkan banyak koin. kami berniat untuk menukaran koin kami dengan skateboard. kami tahu harus sebanyak apa mengumpulkan koin itu. setelah dipikir-pikir akhirnya kami memutuskan untuk menukarkan dengan minuman saja.
    agung, temen gue, yang tingkahnya seidikit aneh waktu itu membuat kami bingung. dia seakan tidak ingin beranjak dari tempatnya yaitu di samping kami bermain game. kaki kanannya seakan di paku dan tidak bisa bergerak. kepalanya mulai menoleh kanan dan kiri. agung hanya tersenyum ketika kami menatapnya kebingungan. setelah dirasa aman oleh agung, agung pun berjongkong membenarkan tali sepatunya. kami kebingungan. tak berapa lama kemudian, "aku dapet uang 50.000 nih". "wahh". "udah, beliin aja lagi koin," sahut latip. 
    akhirnya uang itu kami belikan koin. setelah cukup lama bermain game, kami hanya menukarnya dengan  minuman. ternyata koin yang kami kumpulkan ini, tidak cukup unutk menukarnya dengan sakteboard. walaupun demikian kami merasa senang karena kami bisa minum setelah berjam-jam dehidrasi akibat bermaingame.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar