Ini hal paling membingungkan dalam hidup gue. Gue punya temen yang begitu aneh. Dia mampir ke rumah gue dan alasannya cuma pengen maenan. Tapi entah kenapa setelah dia udah dirumah gue dan gue mencoba nawarin sesuatu karena dia tamu dia menolak.
"Entar gue kerumah lu ya . .. Abis pulang sekolah ?" "oke" jawab gue.
Setelah bel pulang sekolah akhirnya kita berangkat menuju rumah gue. Dan kita sampai.
Temen gue langsung mengambil handphonenya dari saku celananya. Dia duduk di depan pintu rumah. "Masuk aja . ..?!!" kata gue mencoba lembut. Ini pertama kalinya gue lembut sama temen gue. Beda sama di sekolah, gue lebih cuek.
"Enggak ah, gue disini aja." jawab dia. Setelah mendengar jawaban darinya, gue langsung masuk ke kamar dan menaruh tas gue. Setelah itu gue balik ke depan lagi buat nemenin temen gue. "Lo mau minum apa ?" tanya gue lagi mencoba menawarkan. "Ohh, gak ahh . .." jawab dia yang masih asik dengan hanphonenya. Sedikit kepo, gue langsung deketin dia dan lihat apa yang dia lakukan di gadgetnya. Setelah gue intip ternyata dia main game. Gue bingung mau ngapain lagi karena dia diem aja dari pulang sekolah sampe sekarang. Ya, kurang lebih 1 jam.
Kebingungan gue menjadi-jadi setelah lamanya gak ada percakapan dia antara kita. Sebenarnya gue mau makan dan kalo gue ngajak dia gue yakin dia gak mau. Gue juga mau tidur di kamar gue, tapi gue enggak enak ninggalin dia. Gue juga mau nonton tv, tapi kalo gue tinggalin dia juga enggak enak. Jadi gue mutusin buat nemenin dia sampe dia pengen pulang. Demi mengusir keboringan, gue langsung mengambil handphone gue yang ada di saku. Gue tau kalo hape gue enggak ada paket internetnya, jadi yang gue lakuin hanyalah buka aplikasi kalkulator sambil menguji kecerdasan gue. *1 + 1 = 2. Gue bener dan gue ngasih skor gue sendiri.
Tanpa disadari jam udah jatuh di pukul 17.00. Akhirnya dia mau pamitan. "Di, gue pulang dulu . .. Udah sore nih" "oke" jawab gue ngantuk. Dalam benak gue, kenapa gak pulang dari tadi anj*ing ?. Temen gue bergegas pulang. Dia memakai sepatunya silih berganti. "Oh ya di, wi-fi lo mantep banget. Gue tadi main game online sampe tamat. Mantep banget. Besok gue ke sini lagi yah, mau download game baru . .." katanya memuji dan langsung pergi.
Tanpa sadar gue mengambil batu yang ada di depan rumah gue dan melemparnya juga mengenainya. Dia nangis dan mimisan. Itu yang ada dalam pikiran gue. "Iyah" jawab gue sopan dengan senyum paksaan.
Kamis, 13 November 2014
Belajar sabar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar