Minggu, 14 Desember 2014

Di balik game PES 14

Main Ps, adalah kegiatan yang paling menyenangkan bagi kaum adam khusunya yang suka tantangan tapi males keringetan, Playstation lah jawabannya.
    Belakangan ini, gue sering banget main pes. Game sepak bola dari konami. Terkadang gue juga bermimpi membuat game sepak bola biar team dari indonesia juga masuk ke game gue tersebut. Jadi seluruh dunia itu tau kalo indonesia juga punya tim sepak bola. Tapi kali ini bukan ini yang pengen gue bahas, meliankan permainan pes gue yang bisa dibilang belum cukup mahir.
    Di pes, gue sering banget main champions kalo lagi sendiri. Seru banget. Feelnya dapet. Keseruannya jika kalian di ambang kekalahan namun berhasil membalik keadaan. Sangat terasa keberhasilan dari tangan sendiri dengan bantuan stick.

                              * * * *   

    Ketika berhasil memenangkan pertandingan melawan klub teratas grup, dengan bangganya, gue menge-save setiap gol-gol, karena gol yang gue hasilkan sangat indah dan layak masuk ke "gol-gol indah Pes14" pengennya mau dibikin video langsung upload di youtube.
    Gue ngerasa inilah permainan terbaik gue. Buktinya gue bisa membuat tim gue menang. Dan seterusnya, gue berniat enggak bakal pake formasi-formasi yang nyita waktu banyak.
    Dan saat pertandingan hendak dimulai, kali ini gue bakal ngelawan klub dari inggris. Kebetulan satu grup. Feeling gue sih, untuk pertandingan ini gue menang telak. Tanpa basa-basi lagi gue maen tanpa utak-atik team gue.
    Pada babak pertama, serangan gue lebih dominan dari pada musuh. Tapi, belum ada satu gol pun yang tercipta. Tendangan terus menghujan gawang lawan. Sehingga, kepercayaan diri gue naik 100%. Hanya dengan melangkahi ini, team gue lolos. Jika team gue kalah, harus terima juga di posisi ke dua. Lolos juga hanya saja di posisi kedua.
    Babak pertama berakhir, aman-aman aja. Enggak ada maslah dengan pemain gue. Setelah babak kedua di mulai, pertandingan menjadi balance. Entah apa yang mempengaruhi, yang jelas pemain gue sedikit bermasalah. Kebanyakan pemain staminanya drop. Akibatnya pertahanan team gue menjadi gampang di serang. Untungnya kiper gue cukup baik.
    Seiring perlawanan yang terus menurus tiada henti dari lawan, akhirnya team gue harus menerima kenyataan bahwa team gawang gue jebol.

    Disini, hal yang paling penting bukan tentang permainannya. Melainkan bagaimana cara kita memberikan sesuatu yang terbaik. Kita bisa melakukan dari hal yang paling dasar. Cukup berikan yang terbaik, maka selanjutnya akan menjadi baik. Contohnya seperti gue. Dasar dari permainan gue adalah formasi. Tapi kenyataannya gue mengabaikannya. Padahal inilah kekuatan yang sebenarnya. Walaupun permainan gue baik, dasar yang kurang baik menghasilkan yang tidak baik juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar